MLM hanya menguntungkan upline?

Kenyataan atau pendapat yang menyedihkan!!

pendapat itu sering kita temui di masyarakat yang mungkin merasa tertipu oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan MLM, atau hanya pendapat dari pemikiran singkat mereka tanpa tahu MLM yang sebenarnya. Memang harus kita akui bahwa ada MLM-MLM tertentu yang memegang prinsip piramida yaitu yang join / bergabung duluan PASTI lebih kaya dibanding yang join belakangan dan itu benar terjadi. Tapi ada juga MLM yang memegang prinsip KEADILAN, dimana hanya distributor yang giat dan tekun memasarkan produklah yang lebih kaya meskipun dia join belakangan. Biasanya MLM seperti ini sudah terdaftar di Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI). Kenapa? karena APLI telah melarang MLM yang memakai konsep piramida yang hanya menguntungkan atasan/upline.

Sebenarnya kalau kita mau menyadari, banyak bisnis konvensional dan pekerjaan yang juga menguntungkan orang diatasnya. Mari kita bahas beberapa contoh:

1. Bisnis warung

sebuah pemilik warung menjual kopi instant seharga Rp. 1000 /sachet, sedangkan dia membeli dari agen Rp 650/ sachet. dengan asumsi dia membeli ke agen secara per pak isi 10 sachet. seharga Rp 6500/pak. Sedangkan agen membeli dari produsen Rp 4500 /pak dengan asumsi agen membeli ke produsen secara grosir yaitu lebih dari 5 pak.

hasilnya adalah

- pemilik warung untung Rp. 3500/pak, dan untung karena tidak perlu keluar modal besar (bisa beli 1 pak saja)

- agen untung Rp 2000 /pak, dan untung karena tidak perlu menjual eceran

- Produsen jelas untung karena bisa menjual per beberapa pak dan tidak perlu jual eceran

di atas merupakan asumsi perhitungan kasar. Intinya sama-sama menguntungkan, sama-sama bisa hidup.

Jika dilihat dari berbagai aspek tersebut, mungkinkah penjual lebih untung dari agen, dan agen lebih untung dari produsen? silahkan anda jawab sendiri. tapi menurut saya tidak!!

2. Karyawan

- Seorang karyawan marketing asuransi bergaji Rp 2 jt/bln, dia giat mencari konsumen dan memperoleh bonus Rp 50.000 setiap konsumen yang didapat. itu keuntungan karyawan

- Seorang manager karyawan tersebut bergaji Rp 5jt/bln, dia giat mengarahkan/membimbing bawahannya agar bisa memperoleh konsumen sebanyak-banyaknya, dan memperoleh bonus setiap teamnya memperoleh konsumen yang ditargetkan. itu keuntungan manager

- Seorang direktur dengan 5 orang manager bergaji Rp. 20 jt/bln, dia mengarahkan kelima manager tersebut untuk dapat bekerja sesuai prosedur perusahaan. dan mendapatkan bonus beberapa persen dari keuntungan perusahaan. itu keuntungan direktur

- Bagaimana dengan pemilik perusahaan? jelas dia punya keuntungan yang jauh lebih besar dari ketiga jenis pekerjaaan bawahannya

di atas merupakan asumsi perhitungan kasar. Intinya sama-sama menguntungkan, sama-sama bisa hidup.

Jika dilihat dari berbagai aspek diatas, mungkinkah karyawan biasa berpenghasilan lebih tinggi dari managernya, atau manager berpenghasilan lebih tinggi dari direktur dan direktur berpenghasilan lebih tinggi dari pemilik perusahaan? silahkan anda jawab sendiri. tapi menurut saya tidak!!

Di MLM yang baik, menurut saya tidak memakai prinsip ini, yaitu yang atas selalu berpenghasilan lebih tinggi dibanding yang dibawah. Prinsip MLM yang baik adalah yang bekerja keraslah yang berpenghasilan besar.

kami tidak mengatakan bahwa MLM adalah cara terbaik menuju kesuksesan, namun MLM adalah salah satu cara dari sekian banyak cara menuju kesuksesan. Tergantung pada individu masing-masing karena hidup adalah pilihan.

Kami TIDAK MENGUNDANG anda untuk Join. kami mengundang anda untuk membahas sisi baik / buruk MLM . kalau kami salah menganalisa mohon bantuannya. Thanks

Leave a Reply